LANGKAH BESAR MENJAUHI UANG..!!!

 

Tulisanku ini kubuat, karena :

Aku mulai muak dengan negaraku..

karena tak ada lagi rasa bersaudara, saling menyakiti, melukai dan membunuh…

——————————-

 ..KISAHKU DIMULAI..

Pegawai negri jadi rebutan..  lowongan favorit dan bergengsi..

mengalahkan lowongan-lowongan kerja perusahaan swasta besar-besar…

 

pendaftar bukan cuma dari kalangan ijazah SMu dan sederajat..   bahkan lulusan kampus2 ngetop Indonesia yang nilai IPKnya paling “the best” dan lulusan kampus2 mancanegarapun juga ikut dalam ujian masuk pegawai negri..

 

Apa yg dicari..??   padahal logikanya berapa sih gaji pegawai negri??  kalo secara gaji “beneran”  pasti masih lebih gede gaji di Perusahan Swasta Nasional…

========================================================================

aku pernah punya kawan lulusan S2  kampus nasional waktu baru masuk jadi CPNS..  mhhh…  rajin, manis dan sopan kelakuannya..  tapi begitu sudah jadi Pejabat eselon 4..  Amit2 kelakuannya…. rakus, malas dan bar-bar

 

Aku pernah 5 Tahun bekerja di sebuah instansi, di sebuah lantai, di sebuah lembaga, di pusat Jakarta…

sebagai tenaga honorer…

 

Mhh  Mantebh..  Tebh..  Tebh…   padahal aku disitu cuma sebagai tenaga honorer tapi waaaaw..  nama ku tenar diseluruh lantai.. di seluruh nusantara  dari Aceh sampai Papua…..

sampai-sampai tidak disukai oleh banyak pejabat Eselon 3 (baca “eselon tiga) ..  karena disitu aku paling jago loby-loby dengan pejabat daerah, pintar mengerjakan program, pinter memecahkan kasus  dan masalah-masalah ngibuul.. anggaran nggak berguna…   kegiatan yang tak bermanfaat bagi masyarakat…  yang penting anggaran cair bagai air..  dlll…     pokoknya TOP  MARKOTOB…  pokoknya Pejabat Eselon 3 gerah karena kalah pamor, kalah bersaing, kalah ngetob dan kalah KEREN..  (baca : KERE.. n) hanya dengan seorang pegawai honorer….

 

sampai-sampai Pejabat daerah banyak dekat denganku…   kalau aku datang ke Daerah..  ditawari segudang fasilitas…

Maaak Nyuuus….

Duit nggak pernah abis..

dapet dari : sono-sini-sini-sono…

kegiatan ini-itu-itu-ini…

honor kanan-kiri-kiri-kanan…

dinas ke sono-sini-sini-sono…

 

Pokoknya duiit ngumpuuulll…..

tapi dasar duit Bedul..

larinya pasti ke hal-hal yg cabul…

=========================================================================

 

Mhhh…  sampai suatu ketika disaat anakku meninggal dunia.. 

aku menemukan sebuah wacana baru kehidupan…

Wacana yang mengubah segala Pandangan.. 

segala kebaikan,…

dan rasionalitas berfikirku…..

 

Wacana dimana hati nurani yg sebenarnya harus timbul..

dimana dari tanah kembali ke tanah..

dimana rasa kebersamaan lebih penting dibandingkan materi…

dimana rasa pedih adalah kebahagiaan…

dimana rasa bahagia adalah kepedihan…

dimana tujuan manusia adalah Mati….

dimana nilai keberhasilan yg hebat adalah dari KEBAIKAN…

 

aku melihat jiwa anakku melayang2..

melintasi jiwa-jiwa anak2 di jalanan…

jiwa-jiwa orang2 yang menderita di pasar-pasar..

jiwa-jiwa  orang-orang yang tertindas..

dan yang haknya telah aku CURI…

dan hak-haknya telah aku HAMBUR-HAMBURKAN…

 

aku malu dan menagis melihat kemajuan teknologi…

aku malu dan menangis melihat berita dimana.. rakyat mencuri karena LAPAR..

mahasiswa berteriak bengis karena takut tidak kebagian lowongan pekerjaan…

 

sementara aku mencuri “walaupun sedikit sih..” hanya beberapa puluh juta setahun,

dan beberapa kawanku juga mencuri “sedikit” juga hanya beberapa puluh juta pertahun…

atasan-atasanku dulu hoby mencuri walaupun hanya beberapa ratus juta pertahun…

dijumlah..   dikalikan..   beberapa ribuan lembaga negara..  di seluruh nusantara…

 

pasti bisa membuat saudara-saudara kita tidak LAPAR lagi…

pasti bisa membangun infrastruktur yg kuat, jalan-jalan di desa dan dikota yang tidak berlubang-lubang,

rumah-rumah sederhana bagi kaum miskin,

pendidikan yg layak bagi orang-orang Desa yang terlanjur “BEGO”..

 

aku iba melihat korban-korban Tsunami  yang semasa hidup menderita dan matipun tetap menderita…

aku iba menyaksikan banyak rakyat mengemis di bumi yang maha kaya ini….

aku iba melihat bayi-bayi kurus karena kurang gizi di NTB, NTT, AMBON, PAPUA, DLL..

padahal pejabat-pajabatnya hobby karaoke bersama pramuria disela-sela tugas di Jakarta ataupun di luar negeri

 

AKHIRNYA KUPUTUSKAN UNTUK TIDAK LAGI MENJADI BEDEBAH….

AKHIRNYA KUPUTUSKAN UNTUK TIDAK LAGI MENJADI BAGIAN DARI PENCURI UANG RAKYAT..

DAN AKU MULAI DARI DIRIKU SENDIRI…

 

Aku tidak mau LAGI menafkahi anak-anaku dengan keburukan.. 

dengan harta yang tidak halal…

 

AKU MAU menafkahi anak istriku dengan semangat, kepandaian keringat dan kerja kerasku dari jalan yang benar…

karena aku yakin jika aku masih tetap disitu, aku tak akan mampu menahan hawa nafsu..

dan aku tak mampu menjaga IMANku…

 

Aku tau, dan aku sadar bahwa aku bukan orang yang baik..

bahwa aku bukan ahli ibadah…

tapi aku ingin anakku kelak menjadi orang baik…

yang bisa membagi ilmunya, hartanya, dan tenaganya..

bagi kebaikan orang-orang di sekitarnya…

bagi bangsa dan negaranya…

bukan menjadi anak yang suka menghambur-hamburkan uang yg bukan hak dan miliknya..

yang dengan bangga nongkrong di parkir timur senayan..  sambil kebut-kebutan mobil pemberian ORANG TUANYA dari hasil merompak orang-orang miskin yang tak lain saudaranya sendiri..

 

dan beberapa tahun kini telah berlalu..   aku berusaha bangga dengan tekad dan niatku..

walaupun sedikit..  kini aku bisa menikmati hidupku…

tenang bersama istri, anak, saudara, keluarga, kami jalan-jalan ke alun-alun kota batu…

semoga kisah ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya..

 

Perhatian : ini bukan kampanye karena saya bukan kader partai manapun…  sumpah demi ALLAH SWT deh…   he…   he…   he…

 

with love…

- DEFI RAHADI -