BROMO NEGERI KHAYANGAN

 

mmhh..  kali ini saya mau berbagi cerita tentang Gunung Bromo, karena kebetulan saya mempunyai rumah di malang, jadi memang sudah beberapa kali saya pergi ke gunung bromo..

zaman dulu waktu masih sekolah, walaupun dekat rasanya mimpi untuk bisa ke gunung bromo.. soalnya biaya perjalanannya lumayan mahal untuk ukuran saya saat itu, buat bayar sekolah aja orang tua nunggak sampe 6 bulan he he.. :D , jadi saya harus ikut prihatin dan faham akan kesulitan orang tua saya saat itu.. kalo mau ke bromo dari Malang harus nyewa Jip hardtop..  atau lewat probolinggo yg harus naik kendaraan umum oper beberapa kali..  :D   Gak punya duwit buat ongkos bro n sist.. :’(

Tapi sekarang alhamdulillah, udah punya penghasilan sendiri, dipuas2in deh beberapakali pergi ke bromo sama keluarga kecil saya..  biasanya saya pergi ke gunung bromo dengan kendaraan pribadi saya, karena kebetulan saya beli kendaraan JIP jelek2an yg memang saya beli untuk adventure dan menyalurkan hobby, jalan ke gunung2 di seputaran jawa timur..

tapi sekarang seiring jumlah pengguna kendaraan pribadi (motor dan Mobil) yg meningkat, maka makin banyak org pergi ke bromo menggunakan kendaraan pribadi, dari malang dan sekitarnya.

Kalo menggunakan motor dari Malang masih AMAN sih Jalurnya, tapi ya harus pelan2 dan kalo pas tanjakan curam, bagi yg membawa motor kecil dan berboncengan harap turun.. karena dikhawatirkan motornya gak kuat nanjak..  he he.. :D ,,

saya perhatikan, sebagian besar orang memang menggunakan motor utk ke bromo via jalur Tumpang/ Malang, karena naik motor murah meriah, bahkan saya juga sempat berpapasan dengan pasangan berboncengan ; suami+istri+anaknya yg masih balita.. tak perduli medan yg hancur, jalan yg becek, menanjak dan hujan kabut..  mereka dengan romantis, pelan namun pasti, mengemudikan motornya dengan hati2..  memang jalur tumpang setiap week eend tiba digunakan biker Malang dan sekitarnya untuk rekreasi ke bromo.

di desa ngadas, ada pos jaga, dan ada petugas, yg menarik tiket masuk kendaraan bermotor yg melintas yg bertujuan ke bromo..  untuk harganya 4500/org dan kendaraan 2000/motor..

tapi untuk mobil pribadi, ada peraturan khusus yg dibuat bersama pengelola TNBTS dan Warga sekitar yaitu, untuk kendaraan roda 4, yg tidak termasuk JIP 4×4 atau 4WD atau double gardan, dilarang untuk melintas ke bromo alias harus berhenti di pos tersebut untuk selanjutnya menyewa Jip Hardtop penduduk sekitar yg tarif sewanya lumayan mahal (+/- 300 – 400rb / Hardtop ),.. yg jelas sangat kentara sekali, peraturan ini dibuat untuk melindungi penghasilan warga sekitar yg menggantungkan hidupnya dari persewaan JIP/hardtop bagi wisatawan yg akan menuju ke Bromo..

tapi jika saya saksikan sendiri, Jalur Malang tidak rekomended bagi kendaraan pribadi..  medan untuk menuju ke bromo dari persimpangan jemplang sangat riskan dan sulit bagi mobil biasa (bukan 4WD) karena jalan yg hancur dan tanjakan yg curam. apalagi jika hujan.. di bukit teletubies terjadi genangan air yg extreme bagi mobil pribadi, sekali lagi, saya secara pribadi memang tidak menyarankan Mobil pribadi (bukan 4WD) untuk melintas ke Bromo.. – ini tulisan peraturannya (klik disini) -

 

Nah tapi yg menyebalkan sekarang..!!!  kadang2 warga njemplang juga melarang mobil Jip / 4×4 / 4WD untuk melintas ke bromo..!! 

dengan berbagai macam alasan yg mereka sebutkan,..  tapi saya selalu tidak kehabisan akal, saya terus bernegosiasi dengan berpura2 sebagai wartawan atau berpura-pura ingin pergi ke Ranupane bukan ke Bromo..  karena memang jalur yg dilalui sama, jalur ke Ranupane (jalur pendakian ke SEMERU) dan jalur menuju ke Gunung bromo akan pecah di persimpangan +/- 600m setelah Pos penjagaan warga desa ngadas..

tapi apapun ceritanya, alhamdulillah saya selalu berhasil melewati pos dan diijinkan melintas walau dengan negosiasi yg agak alot..

setelah bertemu persimpangan, ke kanan(ke atas) menuju ke ranupane / lumajang, ke kiri (turun) menuju ke Bromo..

WARNING : bagi yg belum pernah ke bromo, jangan sampai salah persimpangan..!!! apalagi jika jalan malam hari..

karena saya pernah kesasar waktu pertama kali ke bromo..  sebelum persimpangan yg dimaksud terdapat persimpangan juga..!!!!

intinya persimpangan yg dimaksud ada rambu / plang / tulisannya..  kalo belum ada Plang…  ya JANGAN BELOK..!!

Ini Gambar persimpangan dan plangnya.. (klik disini)

 

setelah melewati persimpangan kita akan melewati jalan menurun..  menuju ke padang savana / bukit teletubies, di bukit teletubies disuguhkan dengan pemandangan padang savana yg terhampar luas dan bukit yg ditumbuhi rumput savana..  dinamakan bukit teletubies, mungkin karena dari kejauhan bukit ini mirip bukit / rumah teletubies di film anak-anak… mau liat gambarnya? -klik disini-

setelah melewati bukit teletubies, maka kita akan melewati lautan pasir..  di lautan pasir ini pemandangannya seolah2 kita sedang berada di gurun dimana mata memandang hanyalah lautan pasir disini juga sering dipakai suting film2 layar lebar dan sinetron..

Mau lihat gambarnya? (klik disini)

setelah lautan pasir kita akan sampai di Gunung bromo..  di dekat gunung bromo terdapat Pura Bromo/ Pura Luhur Poten disini kita dan kendaraan harus parkir untuk selanjutnya Jalan kaki mendaki dan menaiki anak tangga menuju ke kawah bromo..  jika tidak ingin lelah mendaki, terdapat persewaan kuda yg menawarkan jasa mengantar sampai ke muka anak tangga.

ini gambarnya (klik disini)  (dan disini)  (dan disini)

tidak jauh dari gunung bromo, agak naik diatas bukit, tepatnya di daerah plawangan, yg merupakan tempat finish terakhir bagi wisatawan yg menuju ke bromo melalui Jalur Probolinggo, jika melalui jalur probolinggo, sepertinya kendaraan pribadi bebas untuk melintas, karena saya melihat banyak kendaraan pribadi disana, mungkin berbeda dengan jalur tumpang – ngadas yg extrem, karena saya belum pernah ke bromo melalui jalur probolinggo,

diplawangan terdapat penginapan dan hotel2 yg bisa disewa untuk wisatawan menginap, mulai rumah penduduk yg disewakan, sampai hotel bintang 2..  ada baiknya jika ingin menginap di hotel anda membooking terlebih dahulu, karena dikhawatirkan kamar penuh (terutama jika hari libur / week end).

ini gambarnya : klik disini

selain menawarkan pesona lautan pasir dan kawahnya, bromo juga terkenal dengan keindahan sunrise nya (matahari terbit)..  nah menurut orang2 spot terbaik sunrise ada di gunung penajakan 1 dan penajakan 2..  tapi sayang, saya belum bisa bercerita karena beberapa kali kesana saya belum pernah pergi ke penajakan untuk melihat sunrise disana..  karena biasanya, kalo ingin ke penanjakan kita harus bangun dan start dari hotel jam 4 pagi..

saya cukup bahagia dengan melihat sunrise di plawangan, sudah cukup indah buat saya.. karena saya memang selalu terlambat bangun.. :D , empat kali saya ke bromo baru 1 kali saya menlihat sunrise.. he he he..

berikut kumpulan foto2 saya waktu ke bromo bersama keluarga kecil saya…

........

 

literatur :

http://bisadibuka.blogspot.com/2012/09/akhirnya-mendekat-ke-bromo.html

http://brokenjade.wordpress.com/2009/11/09/gunung-bromo-via-jalur-tumpang/