Pendakian Gunung Kerinci – Atap Sumatera

 

ketika Januari 2016 datang, saya masih teringat mimpi-mimpi kecil saya untuk melanjutkan petualangan menjelajahi puncak-puncak tertinggi Nusantara, baru tiga puncak yg telah saya selesaikan : Semeru (tertinggi jawa), Rinjani (tertinggi Bali & Nusa Tenggara, Kinabalu (tertinggi Kalimantan),

tahun 2016 ini saya memang ingin melanjutkan minimal 2 puncak gunung lagi,  dan tibalah saatnya saya targetkan Gunung Kerinci di awal-awal tahun yg merupakan Puncak tertinggi di pulau sumatera, akhirnya saya segera berselancar di webiste Forum Backpaker Indonesia (BPI Forum)  untuk mencari teman untuk mendaki, kebetulan sy lihat yg terdekat saat itu ada seseorang yg membuka sharecost ke Kerinci pada tgl 22 Feb 2016. maka sy coba bergabung dalam grup WA yg dibuat oleh si pembuat thread yaitu saudara : Yasbini (abie), ditengah padatnya jadwal aktifitas rutin yg harus saya jalankan, akhirnya saya nekat menyatakan kesiapan untuk ikut dalam trip tersebut..

alhasil, benar saja, jadwal yg teramat padat mendadak datang, mulai dari agenda perayaan maulid di Masjid2 dan Musholla tempat sy tinggal, Milad Perusahaan sampai dengan acara pernikahan keponakan, singkat cerita saya baru bisa booking tiket +/- 4 hari sebelum jadwal keberangkatan, dan packing 1 hari sebelum jadwal keberangkatan.

Siang itu bertepatan dengan keberangkatan kakak ipar saya Yudi ‘Nino’ Sunandar dan Sahabat saya Olive menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekah.  saya di terminal 1 mereka di terminal 3, walaupun kita juga tak saling bertemu pada akhirnya..

Di terminal 1 LION air saya berjumpa dengan Abie dari jakarta dan Johan dari Wonosobo. tapi sayang si Johan terkena Delay dan terlambat untuk memajukan jadwal keberangkatan, sementara saya dan Abie sudah terlebih dahulu memajukan jadwal keberangkatan ke padang

 

TANGGAL 22 Februari 2016

Jam 3:55 SORE, kita berdua terbang ke Padang sementara johan masih menunggu Flight delay sampai jam 8 malam.

Sampainya di bandara Padang saya dan abie bertemu 3 org team kita asal kalimantan yg sudah terlebih dahulu berada di Padang yaitu : Fikri, Shandy dan A’ai. mereka beruda memang sudah datang lebih awal dan jalan2 dulu di sekitar Kota Padang dan Bukittinggi.  KITA SEMUA MEMANG BELUM ADA YG PERNAH MENDAKI KE KERINCI, JADI KITA SEMUA BENAR-BENAR AWAM

Kita bertemu mereka di bandara dan menunggu Johan yg terkena Delay, mobil sudah di charter dan dipersiapkan oleh Shandy untuk mengantar kita ke Kersik Tuo, Jambi.  Mobil Travel L300 yg lumayan eksklusif.. dengan tarif 2,5Jt PP padang – kersik tuo dan kersik tuo padang..   harga yg mahal  tapi sebanding dengan mobil yg digunakan, kapasitas 12 dipakai hanya 6 org, lumayan bisa agak bebas istirahat di perjalanan yg memang agak jauh 6-7 jam.

sebenarnya ada travel bandara lain yg menwarkan jasa dengan menggunakan mobil Avanza hanya 1 jt sekali trip dari padang – kersik tuo, tapi ya sudahlah karena Travel ini sudah terlanjur di bayar oleh shandy..  kita ikuti saja… setelah menunggu berjam-jam akhirnya Johan pun tiba dan kita memulai perjalan menggunakan jasa travel dari bandara ke Desa Kersik Tuo jam 10:40,

Kita berangkat ke Padang dengan sebelumnya belanja terlebih dahulu di sebuah mini market di kota padang,

 

TANGGAL 23 Februari 2016

jam 7:30 kita sampai di Basecamp Paiman, disini kita bertemu dengan satu lagi tim kita yg berasal dari Jambi yaitu Bro Alex, walhasil lengkaplah semua formasi orang2 yg fix di forum BPI menjadi 7 orang. Kita menyewa jasa porter di homestay Paiman 2 orang, yaitu ; Mbah Tumin dan Mas Tyo.. yg menarik di kersik tuo ini adalah, mayoritas penduduk adalah orang-orang suku jawa yg mulai kakek dan neneknya sudah bertransmigrasi di kersik tuo ini, ada cerita bahwa kakek mereka disini dari zaman Belanda,  jadi buat saya yg orang jawa sangat mudah dan leluasa untuk berkomunikasi,  dan yg lebih menyenangkan lagi adalah kehadiran Porter Mbah Tumin yg sangat membantu kami yg awam ini, selain menjadi porter dia juga seolah-olah menjadi guide kami, sedikit banyak bicara orangnya, tapi lucu, dan asik, dan yg lebih menenangkan hati, Pak Tumin orang yg kelihatan bertanggung jawab..  sepintas wajah dan gaya bicaranya mirip sekali pelawak Kabul alias Tessy.  No HP Mbah Tumin (085378482978) Recomendded Porter Kerinci

pagi itu sarapan sudah menanti di meja makan sederhana Homestay Paiman dengan tarif makan pagi 10.000,- / orang, saya fikir ini harga yg murah untuk sebuah tempat wisata, setelah sarapan, kita mulai packing ulang barang2 bawaan kita dan menitipkan barang2 yg tak perlu di bawa di homestay paiman. Finally..  kita berangkat ber 7 (saya, Abie, Johan, Fikri, Shandy, A’ai, dan Alex)  ditambah 2 orang porter (Mbah Tumin dan Tyo), dan ketambahan 1 org lagi keponakan Bu Paiman Homestay yg dititipkan ke kami, yaitu Bro Fajar yg domisilinya di Medan.  BERARTI KITA AKHIRNYA SEROMBONGAN 10 ORANG,

Bismillah, kita berangkat dari basecamp Paiman diantar mobil dari Paiman Homestay dengan tarif 15rb / orang, porter dan si fajar gratis, karena meraka bagian dari Paiman Homestay, setelah lapor di Pos Pendakian dengan biaya : 7.500 / orang, (sekali masuk mau berapa haripun), akhirnya kita benar-benar mulai pendakian jam 9:00 Pagi, dengan cuaca yg lumayan cerah..

Awalnya itenary kita sebelumnya yg disepakati di Grup WA BPI : 3 hari, 2 malam, namun setelah berunding kita mencoba melakukan pendakian 2 hari, 1 malam..  Berarti menurut Porter merangkap guide si Mbah Tumin, target kita hari ini nge Camp di Shelter 3 atau minimal Shelter 2, supaya kita bisa langsung summit attack besoknya..  dan akhirnya ada beberapa logistik yg di tinggal supaya tidak terlalu membebani

Bismillah..  kita berangkat, perjalanan sejauh ini lancar dari

- Pintu rimba menuju ke Pos 1 ditempuh +/-75 menit jalan masih sedikit landai, dengan vegetasi hutan rimba tropis yg lebat..

- Pos 1 ke Pos 2 kita tempuh +/-75 menit dengan track yg hampir sama dengan Pos 1

- Pos 2 ke Pos 3 kita tempuh +/-75 menit dengan track yg juga hampir sama tapi kadang ada tanjakan yg lebih terjal..

- Perjalanan dari Pos 3 ke Shelter 1, hujan gerimis kabut mulai mengiringi perjalanan kita, kemiringan track / tanjakan juga terkadang sudah mulai bertambah hebat dibanding dari Pos 1 ke Pos 3 – Pos 3 ke Shelter 1kita tempuh +/- 2 jam Disnilah Planning Berubah, Planning awal kita kejar ke Shelter 2 atau Shelter 3..  tapi karena hujan kabut semakin lebat dan melihat kondisi fisik Tim yg melemah, karena jujur kita semua kurang tidur dan kelelahan, jadi tempo perjalanan juga agak melambat.., selain itu medan dari shelter 1 ke shelter 3 menurut Mbah Tumin memang medan yg paling berat, dengan kemiringan2 track dan jalur yg super extreme..   akhirnya setelah melalui diskusi bersama, kita putuskan bermalam di Shelter 1 dan pendakian di ubah ke rencana semula sesuai Itennary Awal   3 hari 2 malam.., celakanya sebagian logistik kita tinggal di Basecamp Paiman, tapi setelah di hitung ulang dan di pertimbangkan logistik yg di bawa bisa juga untuk bertahan 3 hari 2 malam, walaupun harus sedikit irit.. terutama di bahan bakarnya (gas) dan Alhamdulillahnya kita berkenalan dengan sesama pendaki yg juga sama2 hendak naik, jadi kami mengajak mereka bergabung dalam bagian tim kami mereka adalah : Aris ozon dan Ivan asal tangerang. dan akhirnya kita bermalam di Shelter 1 dan anggota Tim menjadi 12 orang.

 

TANGGAL 24 Februari 2016

- Jam 9 Pagi kita mulai berangkat dari shelter 1 menuju shelter 2, (= 3,5 JAM) dibagi 2 Tim..   Tim pertama rombongan tim Macan (dari forum BPI), jalan terlebih dahulu, dan Tim Kedua Para porter, Fajar, Aris Ozon dan Ivan jalan 45 menit di belakang. Track yg kita lalui sudah jauh berbeda dari Track dari POS 1 sampai Shelter 1..   disini tanjakan mulai benar2 extreme dengan kemiringan tanjakan antara 50 – 70 derajat, diiringi dengan hujan kabut yg kadang lebat, kadang gerimis dan kadang terang..  akar2 pohon mendominasi di track ini, ditambah tanah2 yg licin, membuat suasana track sangat2 menguras energi..

- Jam 12:30 menit kita sampai di Shelter 2 setelah istirahat sebentar lanjut ke shelter 3, Perjalanan yg paling extreme menuurut saya ada di jalur ini, kemiringan bisa sampai 80 derajat..  kadang kita harus seperti memanjat akar-akar pohon.. ditambah dengan jalan yg licin, ya tidak salah memang jika saya nobatkan jalur shelter 2 ke shelter 3 adalah yg ter extreme pada pendakian ini..

- Jam 4 sore akhirnya kita sampai di Shelter 3 (= +/- 3,5JAM) TIM Macan atau Tim pertama tiba terlebih dahulu, 30 menit kemudian Tim kedua Tiba juga dengan selamat, dan lengkaplah kita 12 org sampai di Shelter 3, kami segera mendirikan Tenda, Sholat, masak, dll..    akhirnya Tepat Jam 7:30 kita mulai tidur dalam kondisi Hujan kabut yg terus mengguyur dan mengkhawatirkan, membuat tidur kami tidak nyenyak, bahkan ada diantara tenda kami yg bocor, sehingg membuat kami tidur dalam keadaan sedikit basah…

Jam 12 saya terbangun lagi, hujan semakin lebat, dan dalam tidur yg tidak nyenyak kami berfikir apakah kami dapat summit Attack pagi ini..  mengingat kami harus start jam 2 – 3 malam..   bagaimana kami mau melakukan summit attack jika hujan selebat ini..???  hiks hiks hiks…   akhirnya saya hanya bisa berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT tuhan pemilik gunung ini, pemilik hujan, pemilik jagat raya, berdoa ada sedikit keajaiban dan hujan dapat pindah ke tempat lain..

 

TANGGAL 25 Februari 2016

- Jam 2 Dini hari, Alarm HP saya berbunyi, menandakan waktu summit attack sudah datang, dan kami semua harus bersiap..  Alhamdulillah, suara hujan sudah tak terdengar lagi, rupanya hujan sudah berhenti..  setelah mempersiapkan barang2 yg akan saya bawa untuk Summit Atttack ke Puncak, akhirnya saya keluar dari Tenda,  dan….

Subhanallah..   Bulan bersinar sangat terang dan bundar dengan sempurna, malam ini sungguh terang, bahkan seolah-olah sepertinya kita tak perlu memakai senter sebagai penerang, dan bintangpun bermunculan..  rupanya Doa kami dikabulkan, Alhamdulillah Ya Allah Ya Rabalalamin..

- Setelah Briefing dan berdoa akhirnya kami rombongan ber 11 (minus porter Tyo yg menjaga tenda) memulai Summit Attack tepat pukul 3 Pagi,..   Track hampir sama seperti pada umumnya gunung-gunung berapi, batu-batu dan pasir mendominasi perjalanan, kemiringan 70-80 derajat, suhu diperkirakan 15 derajat, bulan bersinar terang, suasana cerah

- jam 5:05 Pagi  kita sampai di tugu Yuda, yg merupakan tugu Prasasti (batu nisan) atas hilangnya pendaki yg bernama Yudha Sentika..  kita berhenti istirahat di Tugu Yudha agak lama..  karena dinginnya yg luar biasa kami sholat subuh dengan bertayamum..

D A N …………….

- Jam 6:20 menit saya dan semua rombongan sampai di Puncak tertinggi Sumatera 3.805 Mdpl Gunung Kerinci, Jambi dengan cuaca yg sangat-sangat Clear, bulanpun masih ada ketika matahari sudah terbit..

ALHAMDULILLAH..   sungguh ke indahan Alam ciptaan Allah SWT yg luar biasa, di sebelah kanan kami kawah gunung kerinci, di sebelah kiri kami desa kersik tuo dan perkebunan terihat kecil dari Puncak Gunung Kerinci, awan2 kecil berada di bawah kami..   dan kami merasa, nikmat yg Allah berikan sungguh sangat luar biasa ( seperti pada petikan Firman Allah SWT : “maka nikmat Tuhan mana lagi yg kau dustakan” surat Ar Rahman)

———————————–

rombongan kami sampai kembali di Base Camp Paiman dengan lengkap sekitar jam 6 Sore / menjelang Maghrib

ANDA DAPAT MENYAKSIKAN VIDEO PENDAKIAN LENGKAPNYA DISINI :

 

Sory, Under Construction..  Masih dalam Proses Editing..